**HALO APA KABAR SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA**

MEMBELAJARI TENTANG BANYAK ILMU YANG DAPAT BERGUNA BAGI KITA SEMUA

TUGAS SOFTSKILL

TUGAS  SOFTSKILL

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a)     Uang Fiat
b)     Uang Komoditas
c)      Uang Hampir Likuid

2. Sebutkan apa fungsi uang !

3. Sebutkan dan Jelaskan apa motivasi orang memegang uang!

4. Sebutkan lembaga keuangan non bank itu apa saja!

Jawab.

1
a)      Uang Fiat (Fiat Money atau token money) adalah komonitas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari    nilai komoditas itu sendiri (nilai intristiknya atau intrinsic valuenya).
b)     Uang Komoditas (Commodity Money) adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
c)      Uang Hampir Likuid Sempurna (Near Money) adalah uang yang dapat digunakan perlu ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu.


2.             Fungsi uang ada 4, yaitu :
1)     Satuan Hitung (Unit of Account) ialah uang yang berfungsi memberikan harga suatu komoditas berdasarkan satu ukuran umum, sehingga syarat terpenuhinya double coincidence of wants (kehendak ganda yang selaras) tidak diperlukan lagi.
2)     Alat Transaksi (Medium of Exchange) ialah uang yang berfungsi sebagai alat ukur, uang harus diterima/mendapat jaminan kepercayaan.
3)     Penyimpan Nilai (Store of Value) ialah uang yang berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of Value) dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli, sehingga semua transaksi tidak perlu dihabiskan saat itu juga.
4)          Standar Pembayaran Di Masa Mendatang (Standard of Deferred Payment) ialah uang yang berfungsi sebagai standar pembayaran di masa mendatang.


3.
1)     Motivasi Transaksi (Transaction Motive) ialah motivasi dalam rangka mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari. Permintaan uang untuk transaksi berhubungan positif dengan tingkat pendapatan; Bila pendapatan meningkat, maka kebutuhan uang untuk transaksi meningkat.
2)     Motivasi Berjaga-jaga (Precautionary Motive) ialah persiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan dan atau tak terduga,misalnya sakit atau mengalami kecelakaan.
3)     Motivasi Spekulasi ( MendapatkanKeuntungan) (Speculation Motive) ialah motivasi menyimpan uang untuk memperoleh keuntungan. Konsekuensi dari fungsinya sebagai penyimpan nilai (store of value), uang dapat digunakan sebagai alat untuk mendapat keuntungan.

4.
1)     Perusahaan Asuransi ialah sumber dana jangka panjang yang amat potensial bagi sektor swasta yang menawarkan perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang menguntungkan, misalnya kecelakaan, sakit keras bahkan kematian.
2)     Lembaga Dana Pensiun ialah sumber dana potensial bagi dunia usaha yang menawarkan jasa berupa persiapan dana pensiun.
3)     Perusahaan Investasi ialah perusahaan yang menawarkan diversifikasi (diversification). Yang dimaksud diversifikasi  adalah peningkatan kemampuan membeli atau memiliki berbagai jenis atau tipe aset finansial.
4)     Perusahaan Pembiayaan ialah perusahaan yang mengumpulkan dana dari individu/organisasi dalam jumlah-jumlah kecil, kemudian menyalurkannya dalam bentuk pinjaman berskala besar.
5)     Pegadaian ialah lembaga perkreditan berdasarkan hukum gadai. Lembaga pegadaian pada prinsipnya memberi bantuan keuntungan dengan jaminan aset peminjam, yang diserahkan kepada lembaga pegadaian.

TUGAS.


READMORE - TUGAS SOFTSKILL

Bank Dunia: Kenaikan Harga Pangan Bikin 44 Juta Orang Makin Miskin

WASHINGTON - Kenaikan harga pangan dunia telah mendorong sekira 44 juta orang terjerat dalam kemiskinan di negara berkembang sejak Juni tahun lalu.

Biaya pangan terus meningkat mendekati posisi tertinggi di 2008 lalu ketika harga makanan dan minyak berdampak sangat buruk bagi masyarakat miskin. Pihak Bank Dunia akan merilis angka ini jelang pertemuan menteri-menteri Keuangan G20 di Prancis pekan ini.

"Harga pangan global naik ke tingkat berbahaya dan mengancam puluhan juta miskin di seluruh dunia," ungkap Presiden Bank Dunia Robert Zoellick sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (16/2/2011).

Zoellick menambahkan bahwa kenaikan harga ini telah mendorong jutaan orang ke dalam lembah kemiskinan dan menyebabkan stres yang paling rentan karena mereka telah menghabiskan lebih dari separuh pendapatannya untuk makanan.

Berdasarkan pengamatan harga makanan yang dilakukan Bank Dunia, sepanjang Oktober 2010 hingga Januari 2011 terdapat kenaikan harga pangan sekira 15 persen. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikan harga pangan telah mencapai 29 persen atau hanya tiga persen di bawah kondisi Juni 2008.

Untuk itu, dirinya menggarisbawahi pembahasan mengenai hal tersebut pada pertemuan G20 di Prancis itu. "Jelas ini menimbulkan keprihatinan serius," tegasnya.

Kenaikan harga pangan ini, selain menyebabkan inflasi juga menimbulkan kekhawatiran lain yaitu kurang makan dan peningkatan kasus gizi buruk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (di bawah USD1,25 per hari per orang). "Tahun ini adalah sebuah tahun yang sangat berat bagi kekurangan gizi kronis," imbuhnya.

Untuk itu, Bank Dunia melihat ada dua faktor kunci untuk mencegah makin banyaknya orang yang jatuh dalam kemiskinan akibat dari kenaikan harga pangan. Yaitu dengan meningkatkan panen terutama di negara-negara Afrika serta menjaga stabilitas harga terutama harga beras global.


sumber http://economy.okezone.com
READMORE - Bank Dunia: Kenaikan Harga Pangan Bikin 44 Juta Orang Makin Miskin

SBY & Bank Dunia Bahas Krisis Global

JIMBARAN - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan terpisah dengan Presiden Asian Development Bank (ADB) Haruhiko Kuroda dan Managing Director World Bank (WB) Sri Mulyani Indrawati untuk mengatasi dampak krisis global yang ditandai gejolak harga pangan dan harga minyak dunia. 

Usai bertemu SBY dan sejumlah menteri di Hotel Bali Intercontonental Resort, Sri Mulyani mengatakan telah mendiskusikan berbagai hal terkait kondisi perekonomian global saat ini. 

"Kami dari Word Bank menyampaikan pandangan mengenai proyeksi dari tantangan global yang terjadi," kata Sri Mulyani saat berada di Jimbaran, Bali, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, tantangan global yang terjadi akhir-akhir ini banyak terkait dengan gejolak harga pangan maupun harga minyak dunia sehingga mengakibatkan adanya krisis tersebut.

Selain itu juga didiskusikan mengenai sisi ancaman inflasi dari adanya dampak kebijakan ekonomi dua tahun terakhir yang kala itu negara-negara dunia tengah berupaya menangani krisis pada 2008. Langkah yang diambil lewat kebijakan fiskal dan moneter yang substansif dimaksudkan untuk menyegarkan banyak negara-negara berkembang.

"Kami sampaikan bagaimana Bank Dunia menjaga momentum, memulihkan ekonomi dan pada saat yang sama melihat resiko-resiko yang muncul. Bagaimana mekanisme negara-negara di dunia dalam mengatasi persoalan ini," tegas mantan Menteri Keuangan Indonesia ini.

Dia menambahkan, pertemuan juga membahas lebih detil mengenai bagaimana dari sisi bidang pangan. Bagaimana mekanisme negara-negara yang bekerja sama pada tingkat regional maupun global dalam mengatasi persoalan tersebut.

"Kita tukar pikiran bagaimana perkembangan yang terjadi di berbagai kawasan sebab ini menjadi tanggungjawab bersama, karena menyangkut negara-negara Amerika Latin, Middle East dan North Afrika maupun East asia Pacific," jelasnya.

Dikatakannya, WB juga telah melakukan perbandingan dari persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi 3 kawasan ini, terutama yang memiliki banyak masalah ekonomi. Masalah ekonomi yang dihadapi terkait equality, infrastruktur, maupun dari sisi kemampuan negara-negara terseebut untuk menjaga perekonomian dari shock yang bersifat eksternal.

Semua hasil diskusi dan masukan yang disampaikan Bank Dunia itu telah dijadikan referensi bagi Indonesia guna melihat persoalan dan kebijakan ekonomi, yang sedag dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan SBY dalam upaya mengatasi masalah-masalah tersebut. 

Sri Mulyani menilai ada pertukaran pandangan dan masukan yang cukup bagus yang bisa dipelajari dari negara-negara lain, demikian juga Indonesia yang memilki pengalaman dalam mengatasi persolan ekonomi bisa dishare dengan negara lain. 


sumber :http://economy.okezone.com
READMORE - SBY & Bank Dunia Bahas Krisis Global

WASHINGTON - Bank Dunia mengalokasikan pinjaman untuk Tunisia dan Mesir sebesar USD6 miliar, guna membantu pendanaan dalam masa transisi setelah jatuhnya pemimpin kedua negara itu.

Dilansir dari Reuters, lembaga keuangan dunia itu menargetkan, dana sebesar itu untuk memperlancar proses transformasi pemerintahan dan ekonomi serta mendorong investasi.

Presiden Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan, agenda transisi pemerintahan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara itu akan dibahas dalam pertemuan dengan kelompok delapan negara maju (G-8) di Deauville, Prancis yang berlangsung mulai Selasa 24 Mei lalu.

Syaratnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan mengurangi korupsi dan meningkatkan lapangan pekerjaan


sumber : http://economy.okezone.com.
READMORE - Bank Dunia Utangi Tunisia-Mesir USD6 Miliar

Harga Bensin Melonjak, AS Genjot Produksi Minyak

Minggu, 15 Mei 2011 17:38 wib
WASHINGTON - Presiden Barack Obama berkomitmen untuk mempercepat produksi minyak di Alaska's National Petroleum Reserve dan daerah lainnya. Hal tersebut adanya tekanan semakin tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS).

Dalam situs pemerintahan AS, pemimpin AS ini mengakui bahwa salah satu beban terbesar bagi konsumen AS beberapa bulan terakhir menjadikan bensin memasuki harga tinggi dengan harga lebih dari USD4 dolar per galon di beberapa daerah.

"Seiring melonjaknya harga bensin, dan sementara tidak ada perbaikan cepat untuk masalah ini, ada beberapa langkah yang harus kita ambil untuk mengatasinya," kata Obama dilansir AFP, Minggu (15/5/2011).

Obama berjanji untuk meningkatkan produksi minyak yang aman dan bertanggung jawab dari sumber-sumber di AS sesuai dengan komitmen dalam meningkatkan keamanan dan standar lingkungan.

"Untuk melakukan ini, saya mengarahkan Departemen Dalam Negeri untuk melakukan penjualan Cadangan Minyak Nasional di Alaska, untuk menghormati daerah lainnya," kata Obama.

Sebelumnya, produksi minyak dan gas sewa telah ditempatkan secara berkala di Cadangan Minyak Nasional, Alaska, tetapi tidak secara tahunan. Obama juga ditawarkan untuk mempercepat evaluasi sumber daya minyak dan gas di pertengahan selatan Atlantik dan untuk menyewakan daerah-daerah baru dari Teluk Meksiko.

sumber :http://economy.okezone.com
READMORE - Harga Bensin Melonjak, AS Genjot Produksi Minyak

 
Minggu, 15 Mei 2011 16:54 wib
 
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan kenaikan harga pertamax ini tidak masalah bagi para pengguna pertamax. Hal ini didasari karena pembelian bahan bakar minyak menggunakan nominal.

"Pengguna pertamax sudah memahami itu. Kita beli bahan bakar itu nominal, bukan liter, tidak ada nominal liter, ya sudah enggak apa-apa buat Pertamina," imbuh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun kepada okezone, Minggu (15/5/2011).

Walaupun demikian, dia mengaku masih ada masyarakat yang dahulu menggunakan pertamax sekarang malah mengkonsumsi premium. "Dengan alasan mereka menghemat dan ada mereka yang mencampur premium dan pertamax," jelasnya.

Namun, saat dikonfirmasi berapa banyak masyarakat yang berpindah ini, dia mengatakan tidak mempunyai data mereka yang beralih dari pertamax ke premium. "Enggak punya, kita enggak punya data swing itu," ujarnya singkat.

Dia menambahkan, saat ini belum akan terjadi kenaikan harga pertamax karena harga pertamax ini mengikuti tren harga pasar minyak dunia.

"Pertamax belum ada naik atau turun. Tapi tetap kita umumkan kok. Mekanisme pasarlah, tergantung harga pasarlah mas, kalau naik kita naikkan, kalau turun kita turunkan," pungkasnya.

sumber : http://economy.okezone.com
READMORE - Pertamina Tak Permasalahkan Pertamax Naik

Minggu, 15 Mei 2011 15:58 wib
JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang terus mengalami penguatan atas dolar Amerika Serikat (AS) berdampak terhadap konsumsi produk elektronika di pasar domestik.

Gabungan Elektronika (Gabel) menyatakan, selama periode Januari-April 2011, penjualan produk elektronika di pasar domestik turun lima persen dibandingkan periode sama pada 2010.

“Sepertinya, ada kendala dari segi daya beli masyarakat. Tidak seperti mobil, konsumen elektronika ini kan lebih didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Ketua Gabel Ali Soebroto Oentaryo di Jakarta akhir pekan lalu.

Selain itu, lanjutnya, kemungkinan juga karena ada pengalihan anggaran. Yakni, dari belanja elektronika, menjadi untuk transportasi atau makanan. "Mungkin lebih memprioritaskan membeli sepeda motor,” ucapnya.

Ali menuturkan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seharusnya bisa memacu konsumsi elektronika di dalam negeri dan mempengaruhi laju impor.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, nilai impor produk elektronika selama Januari-April 2011 hanya naik sekira 3,6 persen menjadi USD1,18 miliar dibandingkan periode sama 2010 yang senilai USD1,44 miliar.

“Kenaikan impor itu juga tidak signifikan. Artinya tidak mengkhawatirkan meski di tengah penguatan rupiah saat ini,” ujar Ali.

Secara umum, Ali memastikan, penurunan konsumsi tersebut tidak menekan pertumbuhan industri elektronika nasional. Hingga akhir 2011, lanjut dia, pertumbuhan penjualan diyakini bisa tumbuh sesuai target dan industri tetap positif.

Untuk mengatasai penurunan konsumsi, terang dia, pabrikan menyesuaikan kondisi pasar sehingga tidak menyebabkan penumpukan stok. “Kita berharap kuartal II/2011 akan ada penguatan konsumsi lagi,” ujar Ali.

Sementara itu, berdasarkan survey Kadin dan Roy Morgan Research, keyakinan konsumen pada April 2011 mencapai angka angka tertinggi 142,6 atau naik 4,5 poin. Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa masyarakat menilai saat ini adalah waktu waktu yang tepat untuk membeli peralatan rumah tangga yang mahal atua tahan lama. Keyakinan tersebut dinilai berdasarkan perbaikan kondisi keuangan keluarga dibandingkan setahun yang lalu.

Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto menjelaskan, keyakinan masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok kini berada pada tingkat yang paling tinggi selama ini. Optimisme yang terus menerus pada level yang begitu tinggi belum pernah terjadi dalam sejarah perekonomian negara ini.




Komunitas bisnis, kata Suryo, perlu memberikan perhatian pada konsumen Indonesia secara luas, yang kini siap membuka dompet untuk berbagai produk dan jasa yang tersedia bagi mereka. "Inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Suryo.

Di sisi lain, terkait kondisi Jepang pasca terjadi gempa dan tsunami, Ali mengatakan, tidak berdampak pada kondisi pasar elektronika domestik. Untuk pasokan komponen, dia menjelaskan, meski sempat terjadi kendala, namun bisa teratasi dengan pengalihan pasokan sumber. Ali optimistis, kondisi itu tidak akan berlangsung lama.

“Sedangkan untuk pasar, tidak ada gangguan. Yang terjadi kemudian adalah subtitusi merek. Misalnya, tadi oleh produk Jepang, menjadi merek Korea. Untuk kondisi di level industrinya, itu persoalan lain serta tidak akan berlangsung lama,”

sumber  :http://economy.okezone.com
READMORE - Rupiah Menguat, Penjualan Elektronika Anjlok