**HALO APA KABAR SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA**

MEMBELAJARI TENTANG BANYAK ILMU YANG DAPAT BERGUNA BAGI KITA SEMUA

rupiah gemilang dibantu faktor dollar yang lesu




(Vibiznews - Economy) - Pada akhir perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta sore hari ini tampak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali membukukan kenaikan yang cukup signifikan (09/04). Pada perdagangan penghujung pekan ini rupiah tampak mengalami kenaikan seiring dengan momentum dolar yang sedang lesu ditekan rival-rival utamanya.

Dolar tampak sedang mengalami tekanan jual setelah ECB memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan di Eropa menjadi 1.25%. Kenaikan suku bunga ini merupakan yang pertama kalinya sejak tiga tahun belakangan. Dengan kenaikan suku bunga tersebut maka euro menjadi lebih menarik dibandingkan dengan dolar. Kondisi ini juga menyebar ke mata uang lain termasu rupiah.

Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada akhir perdagangan Jumat ini melemah ke Rp8.656 per USD dibandingkan periode sebelumnya yangf ada diu Rp8.654 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah menguat ke level Rp8.642 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.637,5-Rp8.662,5 per USD.

Investor masih bereaksi negatif terhadap dolar AS. Pasalnya ECB sendiri diperkirakan masih akan melanjutkan kebijakan moneternya dengan  menaikkan suku bunga hingga 1.75% tahun ini.

Sebelumnya, beberapa bank sentral lain yang menaikkan suku bunga acuannya adalah China, India, Swedia, Polandia. Sedangkan Jepang dan Inggris masih mempertahankan suku bunga acuannya masing-masing di nol persen dan satu persen.

ECB menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak Juli 2008 sebagaimana kekhawatiran inflasi melebihi persoalan kerusakan jaminan ekonomi zona euro yang melemah.

Dengan kondisi saat ini tampaknya rupiah masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya. Diperkirakan mata uang ini akan mengetes kisaran 8.500-an,
jumat 8 /april/2011

0 komentar: